PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU TIK ANGKATAN 16
RAYON 135 UNIVERSITAS PAKUAN
Tidak terasa sudah seminggu kita berpisah meninggalkan kenangan yang begitu berarti dan berharga, banyak hal yang kita dapatkan dari hasil pelatihan ini, bukan hanya ilmu tentang pendidikan, tentang materi pelajaran yang diampu, tapi banyak hal lainnya diantaranya sillaturrahmi, ukhuwah, persahabatan, saling menghargai, saling dukung untuk mencapai tujuan yang sama yakni LULUS PELATIHAN guna menjadi GURU YANG PROFESIONAL….
Pertama kali mendapatkan panggilan dari Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, bahwa nama saya masuk pada kuota sertifikasi tahun pelajaran 2011-2012, rasanya dalam hati ini tercampur rasa bahagia yang mendalam, soalnya dari sekian banyak guru yang senior, saya adalah guru setengah senior yang terpanggil pada waktu itu. Masih teringat pada waktu itu saya sedang menghadiri peresmian Warung Anak Sehat yang merupakan bantuan dari Dompet Du'afa yang diresmikan oleh Bupati Sukabumi, saya ditelpon oleh Kepala Sekolah bahwa saya terpanggil untuk mengikuti sertifikasi bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah tempat saya mengajar.
Akhirnya pada awal Ramadhan dilaksanakanlah bimtek oleh kemenag yang memberikan gambaran tentang pelaksanaan sertifikasi tersebut dan pada waktu itu juga diarahkan oleh kemenag untuk semua guru yang masuk kuota sertifikasi agar lebih diarahkan kepada PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru).
Tidak terbayang seperti apa pelaksanaan PLPG tersebut, awal mula muncul rasa resah, tidak percaya diri, dalam hati ini terus bertanya kira-kira mampu tidak mengikuti pelatihan tersebut…, kira-kira lulus tidak PLPG yang diikuti tersebut… akhirnya saya mencoba mencari berita kepada teman-teman guru yang sudah mengikuti PLPG lebih dulu.., bertanya kesini… menjawab "bahwa pelaksanaan PLPG rumit, berat, steesss, dengan tugas dan lain sebagainya..", masih penasaran bertanya lagi ke teman guru yang lain "jawabannya sama", sampai bertanya kepada beberapa orang guru yang sudah mengikuti PLPG hampir jawabannya sama… yaitu satu kata "BERAT, STREESS".
Akhirnya waktupun berjalan, sampailah pada saat yang sangat menegangkan…, waktu itu saya dapat sms dari kepala sekolah dan orang kemenag bahwa saya harus berangkat mengikuti PLPG pada tanggal 24 September s.d 4 Oktober.., dengan pesyaratan dan surat tugas yang sudah disiapkan sebelumnya… tempatnya di KINASIH Resort – Cimanggis – Depok.
Belum hilang rasa gundah karena belum tahu kondisi PLPGnya seperti apa, sekarang sudah datang lagi rasa gundah karena belum tahu tempat pelatihannya, sementara sampai saat mau berangkat ke tempat tujuan masih belum satupun orang yang dikenal dari rumpun mata pelajaran TIK. Akhirnya berangkatlah dengan teman-teman dari IPS dan PKn yang ada diwilayah Sukabumi Timur.
Sesampainya di lokasi, masih saja masih belum muncul rasa gembira…, yang masih terbayang adalah proses pelaksanaan pelatihan yang konon kata orang yang sudah mengalami begitu berat materi yang didapat apalagi mereka bilang semua tugas harus ditulis tangan, pelatihan dilaksanakan sampai jam 10 malam, belum lagi pelaksanaan pear teaching yang akan menuai kritik pedas dari para instruktur.
Walaupun berbekal sedikit keilmuan yang dimiliki di bidang computer.., akhirnya proses pendaftaran dilaksanakan dan sayapun mendapatkan kamar di Matoa 2, ternyata ketika masuk ke kamar tersebut sudah banyak teman-teman guru TIK yang lain yang sudah datang lebih dulu. Dalam hati ini masih bertanya "pasti teman-teman guru TIK ini pada jago komputernya… gak apa-apa mudah-mudahan mereka dapat membantu saya yang memiliki pengetahuan dan keilmuan yang terbatas".
Setelah pembukaan selesai, PLPG kelas TIK akhirnya berkumpul, musyawarah dalam upaya menyamakan visi perjuangan dengan visi yang sama "LULUS PLPG". Akhirnya dibukalah session perkenalan dan ternyata semua guru TIK itu hampir mayoritas dari Kabupaten Sukabumi, dan beberapa orang dari bogor… "ah seengganya kalo satu kabupaten masa nggak mau saling membantu", pikir saya. Musyawarah pertama pun ditutup, akhirnya kami semua istirahat dan bercanda ria guna menghilangkan kekakuan karena hampir 90% baru kenal dan baru bertemu di tempat latihan.
Hari pertama pelatihan rasa tegang ini masih saja tidak mau hilang.., jam 6.30 sudah harus sarapan dan jam 7.00 harus sudah masuk kelas.., materi pertama pun dimulai, terlihat saya dan teman-teman pun masih terasa tegang…, suasana masih belum bisa mencair karena takut dosen (instruktur) yang mengisi materi di kelas TIK ini membawa suasana tegang.
Terima kasih Pak Etis Sutisna, ternyata dengan gelar Dr yang dimiliki Bapak, Bapak memang dosen yang sangat bijak, tidak pernah semenit pun bapak membawa suasana tegang di kelas kami, walaupun bapak mengajar di kelas TIK dari jam 7.00 sampai jam 17.20, tapi kami dibawa jenuh namun sebaliknya, pada hari pertama kelas TIK ceria dan mengasyikan…, kesan pertama yang indah tanpa rasa tegang….,
Hari kedua.., suasana masih ada rasa tegang karena kami belum tahu karakter instruktur selanjutnya.., malam harinya kami masih tetap malukukan evaluasi, takutnya masih ada belum mencairkan suasana, ketegangan atau bahkan yang lebih parah lagi rasa ego dan rasa hebat yang ada pada diri masing-masing. Ternyata hari keduapun tidak ada ketegangan sama sekali semua instruktur yang masuk di kelas semua professional, bisa mengerti suasana dan membimbing kami supaya menjadi guru yang professional. Terima kasih Bu Eneng, Bu Ervina, Bu Cut dan beberapa dosen yang masuk di kelas TIK yang tidak disebut namanya….
Hari ketiga, keempat, kelima, suasana kelaspun semakin mencair walaupun tugas yang dihadapi banyak sekali, namun kami masih tetap ENJOY AJA… itulah selogan PLPG Rayon 135.., mereka dengan semangat masih tetap membimbing dan mengarahkan tugas-tugas baik itu membuat PTK, Silabus, RPP, Bahan Ajar, Media, Penilaian dan lain sebagainya.
Akhirnya sampailah pada hari yang menegangkan yaitu pada hari ke-7, yaitu PEAR TEACHING.., konon kata alumni PLPG, materi inilah yang sangat menegangkan, karena pada waktu ini, kita akan diuji kemampuan mengajar kita, sesuai dengan Silabus dan RPP kah…, menggunakan model apa mengajar dan setumpuk penilaian yang lain…. Yang sudah disiapkan oleh Tim Penilai.
Karena khawatir pelaksanaan Pear Teaching ini tidak terarah akhirnya kamipun malam sebelumnya mengadakan rapat dan evaluasi, jangan sampai diantara kami ada yang masih egois dan menang sendiri, tapi kami harus saling mendorong dan mengisi agar pelaksanaan Pear Teaching besok sesuai dengan harapan dari Panitia.
Keesokan harinya pelaksanaan Pear Teaching pun dimulai tepat pukul 07.00, semua teman-teman focus pada materi yang mau disampaikan…, Laptop dan Netbook nyala semua guna menyiapkan media pembelajaran. Pelaksanaan Pear Teaching pun dimulai….. ternyata….. sama seperti hari sebelumnya… tidak terjadi ketegangan dalam pelaksanaanya… walaupun rasa kurang percaya diri dan nerves masih ada., hari kedua dan hari ketiga pun akhirnya berjalan dengan lancer sesuai dengan tugas dan bahan ajar yang disiapkan masing-masing.
Hari ke10, pelaksanaan posttest pun dilaksanakan, kami diberikan 100 soal PG dan 5 Soal Essay.., tapi ternyata Alhamdulillah soal dapat dikerjakan dengan baik…
Banyak hikmah yang kami dapatkan dari pelaksanaan PLPG ini, ilmu, persahabatan, toleransi, tenggang rasa, saling berbagi, keceriaan, dan lain sebagainya…
Ada satu hal yang masih menjadi tanda Tanya pada para instruktur ada sebuah istilah yang dimunculkan oleh teman-teman yang ada di kelas TIK, yaitu mengganti lafal bahasa inggris yang huruf U menjadi E, sehingga para instruktur semua banyak tandatanya.., kira-kira siapa yang salah dari ucapan mereka.., tapi hal itu sudah diklarifikasi…
Diakhir tulisan ini saya hanya ingin menyampaikan salam ta'dzim dan hormat kepada para instruktur yang telah sabar menghadapi kelakuan kami yang kekanak-kanakan, yang telah sabar membimbing dan mengarahkan kami untuk lebih paham lagi tentang konsep pengajaran yang baik, walaupun pengorbanan kami dalam satu hari hampir menghabiskan kertas sampai 2 rim perhari (pengorbanan untuk bisa professional)…. Semoga Allah dapat membalas kebaikan Bapak dan Ibu Semua… Tidak lupa kami memohon maaf atas kekhilafan dan ketidak patutan kami kepada Bapak dan Ibu…, itu semata kami lakukan hanya ingin menjadikan keceriaan dalam pelaksanaan PLPG…, kami hanya ingin mengubah paradigma PLPG yang dianggap oleh kebanyakan guru menegangkan ternyata Menyenangkan.
Terima kasih kepada Aris, Ahmad Adi Ananto, Jenal, Doni, dan teman-teman yang lainnya (sengaja saya tidak menyebut bapak agar lebih akrab), kalian memang yunior saya dalam usia tapi ternyata senior saya dalam ilmu pendidikan.
Terima kasih pula kepada pak Saepudin, Pak Kolonel, Pak Dede Wahyudin, Pak Agustian, Kang Hendar, Kang Endin, kalian adalah senior kami yang telah membimbing kami, kalian tidak menjadi senior diantara kami yang yunior…, terima kasih pula kepada pak Bayu walaupun kita beda keyakinan kita tetap saudara
Tidak lupa terima kasih kepada Ibu guru (Bu Maria, Bu Fitri, Bu Dian dan Bu Hasanah)… yang tidak pernah marah karena dijadikan objek gurauan oleh teman-teman…, itu hanyalah upaya mencairkan suasana agar kita tetap ceria…
Do'a dan harapan kami semoga PLPG ini merupakan momentum yang menjadikan kita menjadi keluarga, jangan putuskan sillaturrahmi, tetap semangat, jangan saling melupakan… sempatkan untuk saling bertegur sapa walau hanya di facebook. Lulus Sertifikasi tidak serta merta kita menjadi lupa terhadap teman seperjuangan yang sudah saling berbagi keceriaan dan kesedihan.
Cayooo
PLPG TIK angkatan 16